NAMA :ALDI BAGUS PERNANDA
NIM : 175231123
KELAS :PBS 2 D
KIMCHI
Untuk tugas kali ini yaitu mata kuliah Metodologi Study Islam kali ini. Saya mendapatkan tugas dimana tugas ini sangat berbeda dari tugas yang lain, bagi saya tugas kali ini sangatlah istimewa dibandingkan tugas yang lain. Tugas istimewa tersebut ialah pergi ke restoran Korea untuk mencicipi makanan korea, sekaligus mengobservasi makanan, serta suasana yang ada di dalam restoran tersebut. Sebelumnya saya sangat berterima kasih kepada bapak M. Endy Saputro,M.A. selaku dosen pembimbing mata kuliah Metodologi Study Islam di kampus yang menjadi kebanggan yaitu IAIN Surakarta dimana tepatnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Beliau memberikan tugas kepada kelompok saya yang berjumlah tiga orang untuk mengunjungi sebuah restoran Korea yang letaknya berada di jalan Veteran No. 190 Solo. Restoran tersebut namanya adalah “Kimchi Korean Restorant” di situ terdapat makanan korea.
Awal sebelum diberikan tugas ini saya dan kelompok saya berharap agar mendapatkan tempat yang tidak terlalu mahal, karena dapat diketahui sendiri kami sebagai mahasiswa uang jajan saja dan itu sangat pas. Dan jalan satu-satunya yaitu kita harus mengumpulkan uang atau menabung dengan cara bekerja, ada yang bekerja setiap sabtu yaitu ikut catering dan saya sendiri harus dengan cara berjualan mie ayam. Karena menurut kami pastinya kalau makanan di situ itu mahal,
Sisi lain mendapatkan tugas ini mengajarkan bagaimana cara mendapatkan uang dan bagaimana cara agar bisa irit, karena untuk bisa makan di restoran ini juga harus membawa uang yang sekiranya lebih. Setelah kami bertiga mendapatkan dana, kamipun akhirnya menentukan waktu yang tepat untuk pergi ke Kimci Korean restorant. Setelah diperhitungkan dalam mencari hari yang tepat kami akhirnya memilih hari rabu untuk melakukan kunjungan ke Kimci Korean Restoran. Pada hari rabu, selesai mata kuliah Akhlaq dan tasawuf tepatnya pukul 14.00 WIB kami bertiga berangkat menuju lokasi. Kami bertiga sudah berencana dari awal untuk membuat video vlog. Dari mulai pemberangkatan kami sudah mempersiapkan video.
Dengan bermodalkan tekat dan nekat kami tetap berangkat meskipun tidak tahu jalan menuju lokasi. Solusinya pun akhirnya kami mengajak salah satu teman perempuan kami yang merupakan satu kelas untuk diajak ikut ke restoran. Teman perempuan saya bernama Aprina Widyasari, dia merupakan penggemar berat artis korea dan dia juga hobby menonton drama korea. Itulah yang melatarbelakangi dia sebelumnya pernah makan di Kimci Korean Restoran yang ada di jalan veteran No 190 Solo. Karena dia saat berkunjung ke restoran sudah cukup lumayan lama, maka dari itu kami diperjalanan sampai kelewatan dan akhirnya kami putar balik.
Akhirnya tak menjelang lama kami sampai di Kimci Korean Restorant, kami memarkirkan motor di depan restoran. Awal pertama saya memandang restoran tersebut membuat saya kurang yakin dengan dana yang saya miliki. Restoran itu terlihat besar dan sangat mewah, tidak seperti tempat makan saya sehari-hari yang hanya di angkringan. Ketika membuka pintu yang terbuat kaca, saya sudah merasakan kesejukan yang mungkin akan membuat setiap konsumen merasa nyaman di dalam ruangan. Di atas pintu juga terlihat tulisan “Halal” dengan ukuran yang lumayan besar. Dengan restoran yang berlabel halal membuat saya tidak takut dan gelisah dalam sebuah kebimbngan hati. Di bagian dalam juga tertata meja serta soffa yang empuk, mungkin itu akan membuat konsumen merasa lebih nyaman selain udara yang sejuk.
Pertama kali masuk, kami langsung duduk di meja pojok tanpa harus bingung memilih tempat. Setelah duduk, kami langsung dilayani oleh pelayan cantik yang menebarkan senyuman manis, dan sapaan selamat datang kepada kami yang siap mencatat pesanan. Namun kami justru kebingungan dalam memilih menu yang tertera di dalam buku daftar menu makanan. Nama makanan yang sangat asing serta gambarnya yang jarang saya temui itu, memunculkan rasa takut pada diri saya. Selain itu masalah harga juga salah satu yang menjadi alasan dalam memilih menu makanan. Bukan karena takut tidak bisa membayar, dan kemudian disuruh mencuci piring karena tidak mampu membayar. Namun yang saya takutkan adalah makanan yang saya pesan tidak cocok dengan lidah saya. Akhirnya kami bertiga menyerahkan menu yang akan kami pesan itu kepada teman perempuan kami, karena dialah yang lebih berpengalaman dalam masalah ini.
Disisi kebingungan memilih pesanan makanan, saya mencoba mau membuat video. Meski para pengunjung lainnya melihat saya dengan sinis dan seakan-akan saya di mata mereka adalah orang aneh, namun saya tetap percaya diri tanpa harus memikirkan apa sikap orang terhadap saya. Namun terdapat beberapa kendala yang muncul tanpa disadari. Kapasitas memori pada handphone saya ternyata penuh sehingga tidak dapat menampung dan menyimpan video berdurasi panjang. Selain itu juga saya juga kehabisan daya batre pada handphone yang digunakan untuk merekam video. Karena rekaman berakhir sebelum saya selesai observasi di tempat tersebut sehingga saya memutuskan untuk membuat essay, dan mungking ini jalan satu-satuny.
Kami memesan makanan yang berbeda beda, agar kita dapat saling tukar menukar untuk merasakan makanan yang berbeda. Saya memesan Korean Fried Chicken dengan minum ice Lemon tea, Said memesan Chon Bokki dengan minuman Ice Markisa tea sedangkan Aprina memesan Dolsot Bibimbap dengan minum ice lemon tea, Faizhal memesan jajang Myeon dengan minum ice chocolate. Sambil menunggu pesanan kami dihidangkan tiga makanan pembuka serta minuman pesanan kami. Salah satu makanan pembuka itu adalah kimci, ternyata kimci dibuat dari potongan sawi yang diberi sambal namun yang anehnya ketika saya mencicipinya bukan pedas namun rasanya justru kecut, dan di mulut berasa dingin seperti makan es. Selain kimci makanan hidangan lainnya yaitu makaroni lembek yang dicampur dengan mayones. Setiap anak juga di siapkan mangkuk kecil, entah untuk apa saya juga tidak tahu.
Setelah menunggu makanan pun datang dan di hidangkan di depan kami, dengan cara dihidang masih dalam keadaan hangat. Saya pun langsung mencoba makanan tersebut, Saya juga mencicipi makanan pesanan teman- teman, dari mulai korean jejen myeon, chon bokki sampai dolsot bibimbap. menurut saya korean chon bokki itu sama dengan punya saya, hanya bedanya jika chon bokki itu ada tambahan kentangnya. Rasa dari kedua makanan itupun sama seperti fried chicken di pinggir jalan, namun hanya berbeda bentuknya saja yang terlihat bulat- bulat spesial dengan butiran wijen diatasnya. Saya juga mencicipi makanan pesanan Aprina yang menurutnya adalah makanan yang paling enak dan favorit baginya. Makanan yang terfavorit baginya itu adalah dolsot bibimbap. Saat lidah saya mencicipi dolsot bibimbap rasanya sangat aneh, karena salah satu bahanya adalah telur yang masih mentah. Rasanya juga pedas, dengan banyak isi di dalam mangkoknya. Isi dari dolsot bibimbapitu sendiri yaitu kecambah, wortel, mie, kentang, telur mentah yang di campurkan dan daging serta ditaburi rempah-rempah di atasnya. Dan saya mencoba makanan punya Faisal dan saya merasa makanan tersebut seperti mie gepeng yang ada di pinggir jalan.
Setelah beberapa menit akhirnya makanan saya pun habis karena menurut saya porsi tersebut pas dan cocok untuk mengisi perut saya. Akan tetapi saya masih di suruh bantuin Faisal untuk menghabiskan makanannya, setelah itu saya bantuin tetapi selalng beberapa sendok saya merasa ingin muntah entah kenapa soalnya rasa makanan tersebut terlalu manis. Dan akihirnya pun kita semua telah menghabiskan makanan. Setelah selesai, pelayan datang ke meja kami dengan membawa nota pembayaran. Kami mengumpulkan uang menjadi satu untuk membayar dan untung saja uang kami tidak kurang justru masih mendapat kembalian. Total pembayaran yaitu Rp. 161.000,00 untuk semua makanan yang telah kami pesan. Kemudian kami keluar dan membayar palkir yang dibandrol harga Rp 3000,00 per unit sepeda motor.
Menurut saya sebagai mahasiswa muslim dalam menganut agama jangan menganggap itu segalanya bid’ah. Hanya karena alasan tidak ada di zaman Nabi Muhammad lalu menganggap bahwa itu tidak sesuai. Jika sebagai umat islam seperti itu, apalagi kita adalah mahasiswa lalu bagaimana dengan cara kita mengikuti perkembangan zaman yang ada. Jika kita tidak bisa mengikuti perkembngan zaman yang ada lalu kita pasti akan ketinggalan zaman. Selama segala sesuatu itu masih berada di jalan yang benar dan tidak menyimpang lebih baik kita bisa menerima semua itu.
Sebagai mahasiswa muslim tidak ada salahnya jika kita mencicipi dan datang ketempat yang berasal dari bangsa asing. Selama sesuatu itu masih berada di jaan kebaikan dan yang terkandung oleh makanan itu halal, maka itu semua tidak salah. Namun perlu diingat bahwa sebagai mahasiswa kita juga harus bias mengatur uang, jangan bersikap boros dan berlebihan. Sebagai generasi penerus kita itu harus banyak berusaha bukanya justru berfoya-foya dan bersenang-senang.
Selain itu korea terkenal di Indonesia karena para artisnya yang tampan dan cantic sehingga tidak heran para penduduk Indonesia terutama mahasiwa di Indonesia banyak yang menggemari para artis Korea. Dari mulai melihat di film drama korea, hingga di dunia music seperti k-pop. Kemunculan awal di Indonesia itu sekitar tahun 2000 dan sekarang jutru penggemar artis Korea semakin banyak. Maka dari itu di Indonesia banyak tempat ala Korea, seperti restoran, took baju dan taman yang dihias seakan-akan berada di korea. Semua itu karena di pengaruhi oleh penggemar yang jumlahnya sangat meluap di Indonesia
Kimci merupakan nama dari salah satu makanan Korea yang dijadikan sebagai nama restoran di Solo. Di dalam restoran korea ini menghidangkan berbagai aneka makanan Korea, dari yang paling murah di bandrol dengan harga 25 ribu sampai ratusan ribu. Kimci Korean Restorant termasuk ke dalam restoran kelas menengah ke atas. Dilihat dari tampilan tempatnya terlihat mewah dan penuh fasilitas yang nyaman. Dari mulai pintu, meja, sofa dan juga dilengkapi dengan AC. Kimci Korean Restorant yang ada di jalan veteran ini bebas dari bahan makanan yang haram, berbeda dengan restoran kimci yang asli ada di Korea. Meski awal dibukanya restoran ini dulu menyediakan minuman beralkohol, namun sekarang pemilik restoran sudah tidak menyediakan minuman beralkohol tersebut. Pemilik restoran menyadari bahwa, para konsumen yang datang sebagian besar beragama islam sehingga menghindari segala sesuatu yang berbau haram. Meski pengunjung atau konsumen tidak semua beragama islam, namun pemilik restoran lebih memilih menghindari segala bahan yang haram agar para pengunjung yang datang diharapkan lebih banyak. Harga makananya jika di bandingkan dengan restoran kimci yang lain menurut constumes servise nyalebih murah, dengan fasilitas yang juga disediakan itu tidak dianggap mahal.
Senin, 07 Mei 2018
Jumat, 23 Maret 2018
Bisnis Online Andalan
Nama : Aldi Bagus P
NIM : 175231123
Kelas : PBS 2D
Bisnis Online Andalan
Di era modern ini, globalisasi semakin merajai berbagai sendi-sendi kehidupan manusia. Terutama kemajuan dibidang teknologi yang semakin hari semakin canggih. Dulu di era dua ribuan teknologi komunikasi seperti telepon genggam atau hp hanya dimiliki oleh orang-orang dengan ekonomi menengah ke atas karena pada saat itu hp menjadi barang mewah, akan tetapi di era sekarang ini telepon genggam atau hp tidak hanya dimiliki oleh golongan menengah ke atas namun hampir semua golongan bahkan semua orang memiliki barang ini.
Hp atau yang kini lebih dikenal dengan smartphone atau ponsel pintar memiliki dampak besar dalam kehidupan, dampak tersebut bisa negaif bisa pula menjadi positif. Berbagai dampak tersebut dapat kita lihat dari cara pemakaian kita ataukah untuk sesuatu yang menguntungkan atau justru untuk sesuatu yang merugikan. Salah satu pemanfaatan hp untuk sesuatu yang positif serta menguntungkan yaitu dengan pemanfaatan hp sebagai sarana berbisnis.
Smartphone bisa kita gunakan untuk usaha bisnis sampingan yaitu bisnis online. Dengan bisnis online kita tidak hanya belajar menambah penghasilan atau pemasukan akan tetapi bisnis usaha online juga dapat melatih seseorang untuk lebih bersosoalisasi dengan masyarakat untuk lebih mengenalkan produknya. Di era sekarang ini usaha bisnis sampingan (online) tidak banyak menyita waktu, kita hanya perlu satu buah smartphone untuk menjalankan bisnis usaha sampingan, kapan dan dimanapun kita berada kita bisa menjalankannya.
Saat ini sedang marak-maraknya bisnis online, benar saja karena bisnis online untuk saat ini menjadi suatu usaha yang cukup menjanjikan. Kemudahan dalam mengelola dan menjalankannya adalah salah satu alasan banyak orang menjalankan bisnis ini. Ditambah dengan minimnya modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha menjadikan usaha ini semakin banyak diminati, sehingga tingkat persaingan dalam usaha bisnis online ini cukup tinggi.
Sekarang ini jamannya serba online dan instan bagaimana tidak, semua dapat kita dapatkan dengan mudah dan cepat tanpa harus mengeluarkan tenaga dan menghabiskan waktu. Hanya dengan smartphone semua bisa kita dapatkan dalam sekejap, seperti adanya ojek online, kita tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk pergi ke pangkalan ojek cukup dengan memainkan smartphone kita, ojek akan datang sendiri menemui kita, lalu untuk delivery makanan tanpa harus repot ke rumah makan atau memasak sendiri dirumah tetapi hanya dengan memainkan smartphone kita bisa mendapatkan makanan yang kita inginkan tanpa kerepotan.
Usaha bisnis online yang mudah dan cukup menjanjikan untuk saat ini yaitu fashion. Fashion juga sering disebut sebagai gaya hidup, keterkaitan antara keduanya sangat berpengaruh. Hal ini menjadikan fashion sebagai suatu usaha yang paling banyak diminati terutama oleh wanita karena sampai kapanpun fashion akan tetap menjadi kebutuhan orang banyak. Selain itu usaha fashion olshop (online shop) memiliki banyak keuntungan dibandingkan usaha lainnya karena tanpa modal kita tetap bisa menjalankan usaha ini. Bila dibandingankan dengan usaha lainnya, resiko kerugian usaha ini masih sangat minim karena peminatnya sangat banyak.
Fashion menjadi obyek bisnis yang menggiurkan apalagi ketika akan lebaran atau hari-hari tertentu. Sudah menjadi tradisi di Indonesia ketika akan lebaran, masyarakat muslim di Indonesia berlomba-lomba membeli baju baru. Pusat-pusat perbelanjaan banyak dikunjungi masyarakat muslim. Banyak masyarakat muslim yang malas untuk ke toko-toko fashion dikarenakan sesaknya sehingga mereka lebih memilih membelinya online. Hal ini yang membuat bisnis fashion online juga kebanjiran orderan.
Fashion yang banyak diminati saat ini yaitu fashion dikalangan remaja. Remaja memilki trend yang berbeda-beda dan model fashion yang disukai lebih banyak bila dibandingkan dengan anak kecil maupun orang dewasa. Model yang banyak disukai oleh remaja-remaja biasanya fashion yang unik dan jarang ditemukan pada toko fashion lainnya. Bagi remaja fashion merupakan salah satu hal yang paling penting untuk menunjang penampilan.
Inilah bisnis online yang kini sedang menjadi trend, yang hasilnya cukup menggiurkan dan menjanjikan. Bisnis usaha online yang saat ini sedang viral yaitu bisnis online fashion. Bisnis online ini tidak memerlukan banyak tenaga dan menghabiskan waktu bahkan tidak memerlukan modal yang cukup besar pula. Hal inilah yang menjadikan usaha bisnis online banyak diminati oleh masyarakat.
NIM : 175231123
Kelas : PBS 2D
Bisnis Online Andalan
Di era modern ini, globalisasi semakin merajai berbagai sendi-sendi kehidupan manusia. Terutama kemajuan dibidang teknologi yang semakin hari semakin canggih. Dulu di era dua ribuan teknologi komunikasi seperti telepon genggam atau hp hanya dimiliki oleh orang-orang dengan ekonomi menengah ke atas karena pada saat itu hp menjadi barang mewah, akan tetapi di era sekarang ini telepon genggam atau hp tidak hanya dimiliki oleh golongan menengah ke atas namun hampir semua golongan bahkan semua orang memiliki barang ini.
Hp atau yang kini lebih dikenal dengan smartphone atau ponsel pintar memiliki dampak besar dalam kehidupan, dampak tersebut bisa negaif bisa pula menjadi positif. Berbagai dampak tersebut dapat kita lihat dari cara pemakaian kita ataukah untuk sesuatu yang menguntungkan atau justru untuk sesuatu yang merugikan. Salah satu pemanfaatan hp untuk sesuatu yang positif serta menguntungkan yaitu dengan pemanfaatan hp sebagai sarana berbisnis.
Smartphone bisa kita gunakan untuk usaha bisnis sampingan yaitu bisnis online. Dengan bisnis online kita tidak hanya belajar menambah penghasilan atau pemasukan akan tetapi bisnis usaha online juga dapat melatih seseorang untuk lebih bersosoalisasi dengan masyarakat untuk lebih mengenalkan produknya. Di era sekarang ini usaha bisnis sampingan (online) tidak banyak menyita waktu, kita hanya perlu satu buah smartphone untuk menjalankan bisnis usaha sampingan, kapan dan dimanapun kita berada kita bisa menjalankannya.
Saat ini sedang marak-maraknya bisnis online, benar saja karena bisnis online untuk saat ini menjadi suatu usaha yang cukup menjanjikan. Kemudahan dalam mengelola dan menjalankannya adalah salah satu alasan banyak orang menjalankan bisnis ini. Ditambah dengan minimnya modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha menjadikan usaha ini semakin banyak diminati, sehingga tingkat persaingan dalam usaha bisnis online ini cukup tinggi.
Sekarang ini jamannya serba online dan instan bagaimana tidak, semua dapat kita dapatkan dengan mudah dan cepat tanpa harus mengeluarkan tenaga dan menghabiskan waktu. Hanya dengan smartphone semua bisa kita dapatkan dalam sekejap, seperti adanya ojek online, kita tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk pergi ke pangkalan ojek cukup dengan memainkan smartphone kita, ojek akan datang sendiri menemui kita, lalu untuk delivery makanan tanpa harus repot ke rumah makan atau memasak sendiri dirumah tetapi hanya dengan memainkan smartphone kita bisa mendapatkan makanan yang kita inginkan tanpa kerepotan.
Usaha bisnis online yang mudah dan cukup menjanjikan untuk saat ini yaitu fashion. Fashion juga sering disebut sebagai gaya hidup, keterkaitan antara keduanya sangat berpengaruh. Hal ini menjadikan fashion sebagai suatu usaha yang paling banyak diminati terutama oleh wanita karena sampai kapanpun fashion akan tetap menjadi kebutuhan orang banyak. Selain itu usaha fashion olshop (online shop) memiliki banyak keuntungan dibandingkan usaha lainnya karena tanpa modal kita tetap bisa menjalankan usaha ini. Bila dibandingankan dengan usaha lainnya, resiko kerugian usaha ini masih sangat minim karena peminatnya sangat banyak.
Fashion menjadi obyek bisnis yang menggiurkan apalagi ketika akan lebaran atau hari-hari tertentu. Sudah menjadi tradisi di Indonesia ketika akan lebaran, masyarakat muslim di Indonesia berlomba-lomba membeli baju baru. Pusat-pusat perbelanjaan banyak dikunjungi masyarakat muslim. Banyak masyarakat muslim yang malas untuk ke toko-toko fashion dikarenakan sesaknya sehingga mereka lebih memilih membelinya online. Hal ini yang membuat bisnis fashion online juga kebanjiran orderan.
Fashion yang banyak diminati saat ini yaitu fashion dikalangan remaja. Remaja memilki trend yang berbeda-beda dan model fashion yang disukai lebih banyak bila dibandingkan dengan anak kecil maupun orang dewasa. Model yang banyak disukai oleh remaja-remaja biasanya fashion yang unik dan jarang ditemukan pada toko fashion lainnya. Bagi remaja fashion merupakan salah satu hal yang paling penting untuk menunjang penampilan.
Inilah bisnis online yang kini sedang menjadi trend, yang hasilnya cukup menggiurkan dan menjanjikan. Bisnis usaha online yang saat ini sedang viral yaitu bisnis online fashion. Bisnis online ini tidak memerlukan banyak tenaga dan menghabiskan waktu bahkan tidak memerlukan modal yang cukup besar pula. Hal inilah yang menjadikan usaha bisnis online banyak diminati oleh masyarakat.
Minggu, 18 Maret 2018
PonPes salafiyah nurudh dholam IV
Nama : Aldi bagus pernanda
NIM :175231123
Kelas : PBS 2 D
PonPes Salafiyah Nurudh Dholam IV klaten
Inilah tugas yang harus di laksanakan dengan cara live in pondok pesanten tak heran Untuk tugas mata kuliah Metodologi Studi Islam kali ini, kami diberi tugas untuk melakukan live in atau menginap disebuah pondok pesantren yang berada di daerah Klaten atau di Wonogiri, dan kami segera bersemangat mencari podok di daerah tersebut. Banyak sekali pondok pesantren yang berada di daerah Klaten dan wonogiri , kami lebih memilih pondok pesantren yang ada di daerah Klaten karena jarak pondok lebih dekat. Kelompok kami sebelumnya sudah melakukan survey di dua pondok pesantren yang ada di daerah Klaten , yaitu pondok pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti yang beralamat di daerah Sumberejo Wangi kecamatan Karanganom kabupaten Klaten dan di pondok pesantren Al Munawwir yang beralamat di daerah Kadilajo kecamatan Kalinongko Kabupaten Klaten .
Dari dua survey pondok, Namun sebelum kami melakukan live in , di pondok pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti sudah ada 2 kelompok yang live in disana . Sehingga kelompok kami harus mencari pondok pesantren lain untuk ditempati , kelompok kami sempat berpikir untuk live in di Pondok pesantren Al Munawwir . Akan tetapi setelah dirundingkan kembali , Kemudian kami mencari Pondok pesantren lain yang berada di dekat Pondok pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti yaitu Pondok pesantren Ibnu Abbas , Kami sempat bernegosiasi dengan salah seorang pengurus pondok. Namun kami mendapat kendala tengtang perizinan , kami mendapatkan informasi jika ingin melakukan live disana harus memasukkan surat izin yang harus mendapat persetujuan dari Pondok pesantren yang ada di pusat dan itu juga membutuhkan waktu yang cukup lama.
Akhirnya kami mencari Pondok pesantren lain yang berada di daerah Ceper , Pondok pesantren itu bernama Pondok pesantren Salafiyah Nurudh Dholam IV yang beralamat di Ngaran Rt 1 Rw 3 Mlese Kecamatan Ceper kabupaten Klaten . Pondok pesantren Nurudh Dholam IV didirikan dan dipimpin oleh Badarudin Zahid Bsc,KH dan didirikan pada tahun 1993 . Pondok pesantren ini merupakan cabang ke empat dari Pondok pesantren Nurudh Dholam yang ada di Bangil Pasuruan, Cabang ke 2 ada di Bangle Gunung Gangsir Beji Pasuruan Jawa Timur, PP Salafiyah Nurudh Dholam III di Oro-oro Jipang Ngoro Mojokerto Jawa Timur, Dan yang terakhir adalah PP Salafiyah Nurudh Dholam IV yang ada di Klaten .
Nama “Nurudh Dholam”yang artinya “cahaya (di) kegelapan” tidak terlepas dari latarbelakang berdirinya pesantren . Pada tahun 1982, saudara KH. Badaruddin yaitu: Hj Siti Al-Fiyah dan H. Muqorrobin berencana menunaikan ibadah haji. Pada mereka, sang ayah menitipkan pesan untuk berdoa di Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Nabawi agar keinginan beliau membeli tanah untuk dibangun mushola segera dikabulkan oleh Allah. Tak perlu waktu lama usai pulang dari haji, ternyata akibat devaluasi mata uang rupiah mereka masih memiliki sisa uang saku haji sehingga dapat membayar uang muka pembelian tanah. Mushola itu sendiri baru dapat dibangun pada tahun 1987, setahun setelah H. Zahid meninggal dunia.
Pada waktu H. Zahid meninggal dunia (1986), Pengasuh PP Al-Ihya Mulyadadi Cilacap yaitu KH Qodiron Al-Hasani (Guru dari KH Badaruddin) datang bertakziyah. Selain itu, beliau diajak oleh KH Badaruddin untuk melihat tanah yang dibeli oleh ayahnya. Pada waktu itu sang guru berpesan kepada KH Badaruddin untuk mendirikan pesantren di situ. “Siapa yang akan mondok disini nantinya. Orang-orang di sekitar sini jarang ada yang belajar di pondok salaf,” kata KH Badaruddin waktu itu. Siapa sangka bila beberapa tahun kemudian -termasuk dengan bantuan doa melalui tirakat atau riyadhah yang dilakukan sang guru, pondok ini berkembang pesat dan memiliki santri yang 80 persen pendatang dan bukan berasal dari Klaten saja.
Jalan merintis pesantren semakin lapang dan terbuka ketika KH Badaruddin menikahi putri ketiga pengasuh Nurudh Dholam Bangil, Hj Kunti Fatimah Zahro pada tahun 1992. Bu Kunti pernah mondok di Pesantren Darussalam Sumbersari Kencong Pare Kediri yang diasuh oleh KH Imam Faqih Asy`ari, dimana beliau juga pernah menjadi murid Ibu Hj.Raihanah Faqih, guru kelasnya yang juga menjadi program peserta PUP angkatan ke-2 wilayah Jawa Timur. Pernikahan KH. Badaruddin dan Hj.Kunti Fatimah Zahroh ini dikaruniai 5 putra-putri: 1) Abdurrohman Al-Hasani; 2) Kunti Naela Hamidah; 3) Kunti Muqtaniyatul Ulum; 4) Mushthofa Zuhad Al-Wilhani; 5) Shinta Muhsinah Qothrun Nada.
Saat beberapa bulan pernikahannya dulu, pasangan ini oleh KH.Anwar Siroj dibekali dengan dua orang santri yang menjadi rintisan awal keberadaan pondok pesantren yang berlokasi di Dusun Ngaran Desa Mlese Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten yang berjarak sekitar 30 km dari Yogyakarta maupun Solo yang awal pembangunannya dimulai tahun 1996 ini. Waktu itu, KH Anwar Siroj menugaskan sekitar tujuh santrinya dari Nurudh Dholam Bangil untuk membantu proses pembangunan pondok di lokasi dekat mushola. Pendanaan pembangunannya dibantu oleh KH Haryono Sonto Pawiro Jatingaleh Semarang yang merupakan bapak angkat dari KH Badaruddin dan Nyai Hj Kunti Fatimah Zahro.
Pesantren Nurudh Dholam Klaten memiliki visi Alim, Shaleh, dan Kafi. Alim, berarti mampu membaca, memahami Alquran dan kitab-kitab salaf. Lalu shaleh berarti bisa menempatkan hak-haknya sebagai hamba dengan hak-hak Penciptanya, Allah swt, dan menempatkan hak-hak sesama manusia serta hak-haknya dengan alam semesta. Dan tak kalah penting ialah Kafi yang berarti santri yang cakap, profesional dan mandiri atau “Jolo Sutro”. Kegiatan pendidikan yang ada di pesantren meliputi antara lain madrasah diniyah, pendidikan Tahfidz Alquran (membaca dan menghafal Alquran), dan pengajian kitab kuning. Disamping pendidikan ilmu agama, para santri juga dibekali dengan berbagai ketrampilan seperti tata boga sesuai dengan visi Kafi yang dipegang teguh untuk mencetak santri yang mandiri.
Kini jumlah santri di Ponpes berjumlah sekitar 30 an , dari berbagai macam usia mulai dari dewasa , lulus SLTA , SMP , dan SD . Kitab yang dipelajari di Ponpes ini bermacam-macam , ada kitab Nahwu dan Soroh . Pada pukul 8 pagi , dilaksanakan kegiatan setoran hafalan Al Qur’an . Santri diniyah ada yang bisa menulis huruf Arab dan ada yang sudah bisa bahasa Arab pegon , Santri di Ponpes ini rata-rata tidak sekolah .
Jadi kebanyakan santri di Ponpes ini seharian penuh berada di Ponpes , jam 11 siang biasanya diadakan kegiatan diniyah , namun juga ada yang setelah dzuhur . Jam 5 sore , santri SD melaksanakan kegiatan diniyah . Untuk kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar biasanya dipisah , kadang di aula dan kadang di bangunan belakang . Setiap malam selalu melaksanakan kegiatan mengkaji kitab Jalalain , kecuali hari Selasa dan Jum’at . Metode pengajaran ngaji yang digunakan di Ponpes ini menggunakan metode Bandungan , untuk sorogan nya diberikan ketika diniyah . Nahwu yang paling tinggi di Ponpes ini yaitu Imriti , Pengajar santri berasal dari dalam Ponpes sendiri , Jadi tidak mendatangkan guru dari luar . Pengurus Ponpes ini kebanyakan adalah anak-anak putri , ada juga laki-laki yang berjumlah hanya sekitar 6 orang .
Tujuan dari Ponpes ini sendiri yaitu untuk Kalimatillah , bukan untuk bisnis . Alumni dari Ponpes sudah banyak , tahfidzul Qur’an berjumlah sekitar 40 an meski sekarang santrinya berjumlah sekitar 30 an . Di Ponpes lain dalam pembelajaran diniyah , dulu ada kitab pegon , namun sekarang hanya terjemahannya saja . Hanya pesantren salaf saja yang memaknai arab pegon , itupun masih dibawah naungan Nahdatul Ulama . Di Ponpes yang ada di daerah Solo , hanya Ponpes Al Muayyad saja yang masih menggunakan makna pegon . Untuk pendidikan di Madrasah , kitab yang dipelajari minimal Fiqih yang menggunakan Taqrib , Kitobah , Al Barjanji , Manaqin , Dzikir dan Tahlil .
Hubungan antara Ponpes dengan masyarakat terjalin baik , Ponpes membina jamiah dari luar / sekitar Ponpes . Untuk sistem kelulusan pembelajaran yaitu apabila belum Hafidz , maka dinyatakan belum lulus . Namun Tidak semua harus Tahfidz , akan tetapi apabila sudah binadhor atau khatam biasanya sudah diboyong . Setelah 10 tahun Ponpes berdiri , sekitar 10 orang disekitar Ponpes ada yang ikut mengaji di Ponpes ini . Biasanya setiap malam minggu , namun sekarang sudah tidak ada karena sudah khatam .
Kamar yang digunakan yaitu berjumlah 3 yang ada diatas dan 4 dibelakang , santri putra yang menempati kamar belakang . Untuk biaya pendaftaran masuk Pondok tidak sampai 300 ribu per bulan , dengan membayar uang bulanan kurang dari 300 ribu itu sudah mendapatkan makan 2x sehari . Peraturan di Ponpes yaitu santri tidak boleh keluar dari Ponpes , apabila ingin keluar harus izin dulu kepada pengurus atau pengasuh pondok . Dan peraturan yang kedua yaitu tidak boleh membawa hp , karena hp dapat mengganggu pembelajaran para santri .
Kegiatan hari ini yaitu mengaji Al Qur’an bada isya dan malam nya dilanjutkan dengan pengajian kitab Qikam untuk alumni santri disekitar Solo raya yang berada di Boyolali , Karanganyar dan Sragen . Didalam Ponpes terdapat mushola yang biasa diguanakan untuk kegiatan belajar mengajar dan mengaji para santri . Setiap hari Selasa dan Jum’at malam ada Al Barjanji dan Kitobah, Untuk malam Jum’at ada Munaqih dan membaca kitab Jalalain . Di Ponpes juga ada hadrah dengan menggunakan Al Barjanji . Waktu belajar yang ditentukan di Ponpes itu normalnya Tahfidz sekitar 3 sampai 4 tahun harus sudah lulus atau selesai belajarnya .
Kami sempat berbincang-bincang cukup lama dengan Bp. KH Badaruddin , meskipun baru berjumpa seakan-akan kami sudah akrab dengan beliau . Ini merupakan sebuah kehormatan untuk kami karena bisa langsung bertemu dan berbincang-bincang dengan seorang Kyai seperti Bp. Badaruddin , Beliau sangat rendah hati dan tidak sombong .
Hal itu beliau perlihatkan ketika beliau sedang berbincang-bincang dengan kami . Kami tidak bisa mengambil gambar ketika kegiatan Pondok sedang berlangsung , karena kami mengikuti peraturan Pondok bahwa setiap santri tidak boleh mengaktifkan bahkan menggunakan Hp atau ponsel ketika berada di dalam Pondok . Namun kami bisa mengambil gambar dengan Bapak Kyai ketika kami akan keluar dari Pondok , Bp. Badaruddin pun juga bersedia untuk mengambil gambar dengan kami . Kami belum bertemu dengan istri dari Bp. Badaruddin yaitu Ibu Hj. Kunti Fatimah Zahro. Hj Kunti Fatimah Zahro merupakan salah satu peserta aktif dalam Pengkaderan Ulama Perempuan (PUP) IV. Pesantren ini pernah menjadi tuan rumah pelaksanaan Tadarus ke-7 PUP Angkatan ke-4 wilayah Jateng-DIY pada Agustus 2014 lalu yang membahas “Pengorganisasian Masyarakat dan Advokasi Sosial” .
Jadi kesimpulan yang dapat kita ambil dari Ponpes Salafiyah Nurudh Dholam 4 ini yaitu meskipun kebanyakan santri yang belajar di Ponpes ini para kaum wanita namun mereka diajarkan untuk hidup mandiri . Bukan hanya untuk belajar ilmu agama saja , namun ilmu kehidupan juga diajarkan kepada para santri . Mereka diajarkan untuk bagaimana membangun Pondok , memasak dan lain-lain . Sehingga ketika mereka lulus atau keluar dari Ponpes itu , bisa benar-benar menjadi santri yang mandiri dan tidak kalah dengan kaum laki-laki . Baik dari segi pengetahuan agama dan juga ilmu lainnya , mereka benar-benar menjadi wanita yang kelak bisa menjadi Ibu rumah tangga yang baik . Yang faham akan ilmu agama dan bisa mengasuh anak-anak mereka menjadi anak-anak yang cerdas dan berguna bagi nusa , bangsa dan agama .
Setelah kami selesai melaksanakan Tugas yang diberikan untuk live in pondok pesantren, saya mendapat pengalaman dan faham akan kehidupan didalam Pondok pesantren . Saya belum pernah merasakan hidup di Pondok , baru kali ini saya bisa merasakan kehidupan di Pondok. Pernah orang tua ingin memasukkuan pondok tetapi saya menolak karena belum mengerti kehidupan pondok. Dari kecil sampai sekarang Cuma hanya mengerti kegiatan belajar mengajar di sekolah dan TPA di desa saya tinggal Dan tidak sampai menginap di pondok dan mempelajari ilmu agama secara mendalam, seperti mengkaji kitab kuning, memahami macam-macam kitab , mengkaji Al Qur’an dan lain-lain . Intinya ini adalah pengalaman yang sangat berkesan untuk diri saya, satu hal pengetahuan yang tidak akan saya lupakan. Jadi seorang harus berusaha dalam mrnuntut ilmu karena mencari ilmu itu tidak mudah dan perlu perjuangan.
NIM :175231123
Kelas : PBS 2 D
PonPes Salafiyah Nurudh Dholam IV klaten
Inilah tugas yang harus di laksanakan dengan cara live in pondok pesanten tak heran Untuk tugas mata kuliah Metodologi Studi Islam kali ini, kami diberi tugas untuk melakukan live in atau menginap disebuah pondok pesantren yang berada di daerah Klaten atau di Wonogiri, dan kami segera bersemangat mencari podok di daerah tersebut. Banyak sekali pondok pesantren yang berada di daerah Klaten dan wonogiri , kami lebih memilih pondok pesantren yang ada di daerah Klaten karena jarak pondok lebih dekat. Kelompok kami sebelumnya sudah melakukan survey di dua pondok pesantren yang ada di daerah Klaten , yaitu pondok pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti yang beralamat di daerah Sumberejo Wangi kecamatan Karanganom kabupaten Klaten dan di pondok pesantren Al Munawwir yang beralamat di daerah Kadilajo kecamatan Kalinongko Kabupaten Klaten .
Dari dua survey pondok, Namun sebelum kami melakukan live in , di pondok pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti sudah ada 2 kelompok yang live in disana . Sehingga kelompok kami harus mencari pondok pesantren lain untuk ditempati , kelompok kami sempat berpikir untuk live in di Pondok pesantren Al Munawwir . Akan tetapi setelah dirundingkan kembali , Kemudian kami mencari Pondok pesantren lain yang berada di dekat Pondok pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti yaitu Pondok pesantren Ibnu Abbas , Kami sempat bernegosiasi dengan salah seorang pengurus pondok. Namun kami mendapat kendala tengtang perizinan , kami mendapatkan informasi jika ingin melakukan live disana harus memasukkan surat izin yang harus mendapat persetujuan dari Pondok pesantren yang ada di pusat dan itu juga membutuhkan waktu yang cukup lama.
Akhirnya kami mencari Pondok pesantren lain yang berada di daerah Ceper , Pondok pesantren itu bernama Pondok pesantren Salafiyah Nurudh Dholam IV yang beralamat di Ngaran Rt 1 Rw 3 Mlese Kecamatan Ceper kabupaten Klaten . Pondok pesantren Nurudh Dholam IV didirikan dan dipimpin oleh Badarudin Zahid Bsc,KH dan didirikan pada tahun 1993 . Pondok pesantren ini merupakan cabang ke empat dari Pondok pesantren Nurudh Dholam yang ada di Bangil Pasuruan, Cabang ke 2 ada di Bangle Gunung Gangsir Beji Pasuruan Jawa Timur, PP Salafiyah Nurudh Dholam III di Oro-oro Jipang Ngoro Mojokerto Jawa Timur, Dan yang terakhir adalah PP Salafiyah Nurudh Dholam IV yang ada di Klaten .
Nama “Nurudh Dholam”yang artinya “cahaya (di) kegelapan” tidak terlepas dari latarbelakang berdirinya pesantren . Pada tahun 1982, saudara KH. Badaruddin yaitu: Hj Siti Al-Fiyah dan H. Muqorrobin berencana menunaikan ibadah haji. Pada mereka, sang ayah menitipkan pesan untuk berdoa di Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Nabawi agar keinginan beliau membeli tanah untuk dibangun mushola segera dikabulkan oleh Allah. Tak perlu waktu lama usai pulang dari haji, ternyata akibat devaluasi mata uang rupiah mereka masih memiliki sisa uang saku haji sehingga dapat membayar uang muka pembelian tanah. Mushola itu sendiri baru dapat dibangun pada tahun 1987, setahun setelah H. Zahid meninggal dunia.
Pada waktu H. Zahid meninggal dunia (1986), Pengasuh PP Al-Ihya Mulyadadi Cilacap yaitu KH Qodiron Al-Hasani (Guru dari KH Badaruddin) datang bertakziyah. Selain itu, beliau diajak oleh KH Badaruddin untuk melihat tanah yang dibeli oleh ayahnya. Pada waktu itu sang guru berpesan kepada KH Badaruddin untuk mendirikan pesantren di situ. “Siapa yang akan mondok disini nantinya. Orang-orang di sekitar sini jarang ada yang belajar di pondok salaf,” kata KH Badaruddin waktu itu. Siapa sangka bila beberapa tahun kemudian -termasuk dengan bantuan doa melalui tirakat atau riyadhah yang dilakukan sang guru, pondok ini berkembang pesat dan memiliki santri yang 80 persen pendatang dan bukan berasal dari Klaten saja.
Jalan merintis pesantren semakin lapang dan terbuka ketika KH Badaruddin menikahi putri ketiga pengasuh Nurudh Dholam Bangil, Hj Kunti Fatimah Zahro pada tahun 1992. Bu Kunti pernah mondok di Pesantren Darussalam Sumbersari Kencong Pare Kediri yang diasuh oleh KH Imam Faqih Asy`ari, dimana beliau juga pernah menjadi murid Ibu Hj.Raihanah Faqih, guru kelasnya yang juga menjadi program peserta PUP angkatan ke-2 wilayah Jawa Timur. Pernikahan KH. Badaruddin dan Hj.Kunti Fatimah Zahroh ini dikaruniai 5 putra-putri: 1) Abdurrohman Al-Hasani; 2) Kunti Naela Hamidah; 3) Kunti Muqtaniyatul Ulum; 4) Mushthofa Zuhad Al-Wilhani; 5) Shinta Muhsinah Qothrun Nada.
Saat beberapa bulan pernikahannya dulu, pasangan ini oleh KH.Anwar Siroj dibekali dengan dua orang santri yang menjadi rintisan awal keberadaan pondok pesantren yang berlokasi di Dusun Ngaran Desa Mlese Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten yang berjarak sekitar 30 km dari Yogyakarta maupun Solo yang awal pembangunannya dimulai tahun 1996 ini. Waktu itu, KH Anwar Siroj menugaskan sekitar tujuh santrinya dari Nurudh Dholam Bangil untuk membantu proses pembangunan pondok di lokasi dekat mushola. Pendanaan pembangunannya dibantu oleh KH Haryono Sonto Pawiro Jatingaleh Semarang yang merupakan bapak angkat dari KH Badaruddin dan Nyai Hj Kunti Fatimah Zahro.
Pesantren Nurudh Dholam Klaten memiliki visi Alim, Shaleh, dan Kafi. Alim, berarti mampu membaca, memahami Alquran dan kitab-kitab salaf. Lalu shaleh berarti bisa menempatkan hak-haknya sebagai hamba dengan hak-hak Penciptanya, Allah swt, dan menempatkan hak-hak sesama manusia serta hak-haknya dengan alam semesta. Dan tak kalah penting ialah Kafi yang berarti santri yang cakap, profesional dan mandiri atau “Jolo Sutro”. Kegiatan pendidikan yang ada di pesantren meliputi antara lain madrasah diniyah, pendidikan Tahfidz Alquran (membaca dan menghafal Alquran), dan pengajian kitab kuning. Disamping pendidikan ilmu agama, para santri juga dibekali dengan berbagai ketrampilan seperti tata boga sesuai dengan visi Kafi yang dipegang teguh untuk mencetak santri yang mandiri.
Kini jumlah santri di Ponpes berjumlah sekitar 30 an , dari berbagai macam usia mulai dari dewasa , lulus SLTA , SMP , dan SD . Kitab yang dipelajari di Ponpes ini bermacam-macam , ada kitab Nahwu dan Soroh . Pada pukul 8 pagi , dilaksanakan kegiatan setoran hafalan Al Qur’an . Santri diniyah ada yang bisa menulis huruf Arab dan ada yang sudah bisa bahasa Arab pegon , Santri di Ponpes ini rata-rata tidak sekolah .
Jadi kebanyakan santri di Ponpes ini seharian penuh berada di Ponpes , jam 11 siang biasanya diadakan kegiatan diniyah , namun juga ada yang setelah dzuhur . Jam 5 sore , santri SD melaksanakan kegiatan diniyah . Untuk kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar biasanya dipisah , kadang di aula dan kadang di bangunan belakang . Setiap malam selalu melaksanakan kegiatan mengkaji kitab Jalalain , kecuali hari Selasa dan Jum’at . Metode pengajaran ngaji yang digunakan di Ponpes ini menggunakan metode Bandungan , untuk sorogan nya diberikan ketika diniyah . Nahwu yang paling tinggi di Ponpes ini yaitu Imriti , Pengajar santri berasal dari dalam Ponpes sendiri , Jadi tidak mendatangkan guru dari luar . Pengurus Ponpes ini kebanyakan adalah anak-anak putri , ada juga laki-laki yang berjumlah hanya sekitar 6 orang .
Tujuan dari Ponpes ini sendiri yaitu untuk Kalimatillah , bukan untuk bisnis . Alumni dari Ponpes sudah banyak , tahfidzul Qur’an berjumlah sekitar 40 an meski sekarang santrinya berjumlah sekitar 30 an . Di Ponpes lain dalam pembelajaran diniyah , dulu ada kitab pegon , namun sekarang hanya terjemahannya saja . Hanya pesantren salaf saja yang memaknai arab pegon , itupun masih dibawah naungan Nahdatul Ulama . Di Ponpes yang ada di daerah Solo , hanya Ponpes Al Muayyad saja yang masih menggunakan makna pegon . Untuk pendidikan di Madrasah , kitab yang dipelajari minimal Fiqih yang menggunakan Taqrib , Kitobah , Al Barjanji , Manaqin , Dzikir dan Tahlil .
Hubungan antara Ponpes dengan masyarakat terjalin baik , Ponpes membina jamiah dari luar / sekitar Ponpes . Untuk sistem kelulusan pembelajaran yaitu apabila belum Hafidz , maka dinyatakan belum lulus . Namun Tidak semua harus Tahfidz , akan tetapi apabila sudah binadhor atau khatam biasanya sudah diboyong . Setelah 10 tahun Ponpes berdiri , sekitar 10 orang disekitar Ponpes ada yang ikut mengaji di Ponpes ini . Biasanya setiap malam minggu , namun sekarang sudah tidak ada karena sudah khatam .
Kamar yang digunakan yaitu berjumlah 3 yang ada diatas dan 4 dibelakang , santri putra yang menempati kamar belakang . Untuk biaya pendaftaran masuk Pondok tidak sampai 300 ribu per bulan , dengan membayar uang bulanan kurang dari 300 ribu itu sudah mendapatkan makan 2x sehari . Peraturan di Ponpes yaitu santri tidak boleh keluar dari Ponpes , apabila ingin keluar harus izin dulu kepada pengurus atau pengasuh pondok . Dan peraturan yang kedua yaitu tidak boleh membawa hp , karena hp dapat mengganggu pembelajaran para santri .
Kegiatan hari ini yaitu mengaji Al Qur’an bada isya dan malam nya dilanjutkan dengan pengajian kitab Qikam untuk alumni santri disekitar Solo raya yang berada di Boyolali , Karanganyar dan Sragen . Didalam Ponpes terdapat mushola yang biasa diguanakan untuk kegiatan belajar mengajar dan mengaji para santri . Setiap hari Selasa dan Jum’at malam ada Al Barjanji dan Kitobah, Untuk malam Jum’at ada Munaqih dan membaca kitab Jalalain . Di Ponpes juga ada hadrah dengan menggunakan Al Barjanji . Waktu belajar yang ditentukan di Ponpes itu normalnya Tahfidz sekitar 3 sampai 4 tahun harus sudah lulus atau selesai belajarnya .
Kami sempat berbincang-bincang cukup lama dengan Bp. KH Badaruddin , meskipun baru berjumpa seakan-akan kami sudah akrab dengan beliau . Ini merupakan sebuah kehormatan untuk kami karena bisa langsung bertemu dan berbincang-bincang dengan seorang Kyai seperti Bp. Badaruddin , Beliau sangat rendah hati dan tidak sombong .
Hal itu beliau perlihatkan ketika beliau sedang berbincang-bincang dengan kami . Kami tidak bisa mengambil gambar ketika kegiatan Pondok sedang berlangsung , karena kami mengikuti peraturan Pondok bahwa setiap santri tidak boleh mengaktifkan bahkan menggunakan Hp atau ponsel ketika berada di dalam Pondok . Namun kami bisa mengambil gambar dengan Bapak Kyai ketika kami akan keluar dari Pondok , Bp. Badaruddin pun juga bersedia untuk mengambil gambar dengan kami . Kami belum bertemu dengan istri dari Bp. Badaruddin yaitu Ibu Hj. Kunti Fatimah Zahro. Hj Kunti Fatimah Zahro merupakan salah satu peserta aktif dalam Pengkaderan Ulama Perempuan (PUP) IV. Pesantren ini pernah menjadi tuan rumah pelaksanaan Tadarus ke-7 PUP Angkatan ke-4 wilayah Jateng-DIY pada Agustus 2014 lalu yang membahas “Pengorganisasian Masyarakat dan Advokasi Sosial” .
Jadi kesimpulan yang dapat kita ambil dari Ponpes Salafiyah Nurudh Dholam 4 ini yaitu meskipun kebanyakan santri yang belajar di Ponpes ini para kaum wanita namun mereka diajarkan untuk hidup mandiri . Bukan hanya untuk belajar ilmu agama saja , namun ilmu kehidupan juga diajarkan kepada para santri . Mereka diajarkan untuk bagaimana membangun Pondok , memasak dan lain-lain . Sehingga ketika mereka lulus atau keluar dari Ponpes itu , bisa benar-benar menjadi santri yang mandiri dan tidak kalah dengan kaum laki-laki . Baik dari segi pengetahuan agama dan juga ilmu lainnya , mereka benar-benar menjadi wanita yang kelak bisa menjadi Ibu rumah tangga yang baik . Yang faham akan ilmu agama dan bisa mengasuh anak-anak mereka menjadi anak-anak yang cerdas dan berguna bagi nusa , bangsa dan agama .
Setelah kami selesai melaksanakan Tugas yang diberikan untuk live in pondok pesantren, saya mendapat pengalaman dan faham akan kehidupan didalam Pondok pesantren . Saya belum pernah merasakan hidup di Pondok , baru kali ini saya bisa merasakan kehidupan di Pondok. Pernah orang tua ingin memasukkuan pondok tetapi saya menolak karena belum mengerti kehidupan pondok. Dari kecil sampai sekarang Cuma hanya mengerti kegiatan belajar mengajar di sekolah dan TPA di desa saya tinggal Dan tidak sampai menginap di pondok dan mempelajari ilmu agama secara mendalam, seperti mengkaji kitab kuning, memahami macam-macam kitab , mengkaji Al Qur’an dan lain-lain . Intinya ini adalah pengalaman yang sangat berkesan untuk diri saya, satu hal pengetahuan yang tidak akan saya lupakan. Jadi seorang harus berusaha dalam mrnuntut ilmu karena mencari ilmu itu tidak mudah dan perlu perjuangan.
Senin, 26 Februari 2018
Tafsir Ibnu Katsir
NAMA : ALDI BAGUS PERNANDA
NIM :175231123
KELAS : PBS 2 D
Tafsir Ibnu Katsir
Kitab tafsir ini di dalam nya berisi kan derajat hadist-hadist , dengan tujuan si penulis agar manusia bisa menggunakan nya untuk mengkaji dan lebih memahami lebih dalam hadist dan berdasarkan ayat Al Qur an ,banyak ilmu yang bisa di ambil dari kitab ini dan kemudian dari hadist-hadist bisa di terapkan dalam kehidupan sehari-hari . Dan buat mahasiswa yang menggambil jurusan meengenai hadist buku ini bisa menjadi rujukan untuk penyelesaian soal , makalah atau tugas yang di berikan oleh dosen harapan buku di manfaat dan berguna bagi siapapun yang mau dan berusaha untuk belajar.
Buku tafsir ini di buat oleh seorang penulis yang terkenal yang bernama Ismail bin katsir beliau adalah seorang pemikir dan ulama muslim , nama nya lebih di kenal sebagai Ibnu katsir , lahir pada tahun 1301 M di Busra ,suriah dan wafat pada tahun 1372 M di Damaskus Suriah , Beliau mendapat kan gelar al- Hafizh , Muhaddits , Imadudin . kun-yah Abu al-Fida , firkah nya sunni dengan mazhab fikih syafi’i , beliau ini lebih menyukai yang membahas tentang Hadist dan tafsir ,karya yang terkenal dari beliau yaitu tafsir ibnu katsir , Al-Bidayah wa an-Nihayah
Teracatat guru pertama ibnu katsir adalah Burhanudin Al fazari ,seorang ulama penganut mazhab syafi’i .ia juga berguru kepada Ibnu Taymiyyah di damaskus , suriah, dan kepada ibnu al – Qayyim. ia mendapat arahan dari ahli Hadist terkemuka di suriah , Jamaluddin al-Mizzi , yang di kemudian hari menjadi mertuanya ia pun sempat mendengar langsung Hadist dari ulama-ulama Hejaz serta memperoleh ijazah dari al-Wani
Tahun 1366, oleh Gubernur Man kali Bugha ibnu katsir di angkat menjadi guru besar di masjid Ummayah damaskus ,Ulama ini meningal dunia tidak lama setelah ia menyusun kitab Al-Ijtihad fi Talab al –Jihad dan di kebumikan di samping makam gurunya .
Buku derajat Hadits-hadits dalam tafsir ibnu katsir ini di susun berdasar ayat AL-Qur’an, dengan kondisi kitab masih bagus di rawat dengan baik oleh petugas perpustakaan IAIN Surakarta dengan jumlah halaman yang di dalam nya yaitu 967 halaman , dengan jenis kertas halus warna putih , tahun pembuatan 2008.
Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Tatkala Abu Thalib hampir wafat, Rasullah SAW datang lalu berkata, “Wahai paman, ucapkanlah “La ilaha illallah.” Aku akan bersaksi untukmu pada hari kiamat kelak.” Abu Thalib berkata, “Kalau saja tidak karena Quraisy akan menghinaku, mereka akan berkata , ‘Kalau saja tidak karena kaum Quraisy akan mencelaku dan mengatakan “Apalah ini yang membuatnya bicara ngawur, sakitnya kematian”, pastilah aku mengucapkannya di depan matamu. Aku tidak akan mengucapkannya, melainkan aku ucapkan di hadapanmu.” Maka tutunlah ayat, Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang di kehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.(Qs. Al Qashash [28]: 56)
Saya mencari daftar isi di kitab ini sangat sulit dan saya harus meminta tolong kepada orang yang lebih mengerti, saya juga meminjam laptop kepada temen dan membuat sangat bingung sekali.
NIM :175231123
KELAS : PBS 2 D
Kitab tafsir ini di dalam nya berisi kan derajat hadist-hadist , dengan tujuan si penulis agar manusia bisa menggunakan nya untuk mengkaji dan lebih memahami lebih dalam hadist dan berdasarkan ayat Al Qur an ,banyak ilmu yang bisa di ambil dari kitab ini dan kemudian dari hadist-hadist bisa di terapkan dalam kehidupan sehari-hari . Dan buat mahasiswa yang menggambil jurusan meengenai hadist buku ini bisa menjadi rujukan untuk penyelesaian soal , makalah atau tugas yang di berikan oleh dosen harapan buku di manfaat dan berguna bagi siapapun yang mau dan berusaha untuk belajar.
Buku tafsir ini di buat oleh seorang penulis yang terkenal yang bernama Ismail bin katsir beliau adalah seorang pemikir dan ulama muslim , nama nya lebih di kenal sebagai Ibnu katsir , lahir pada tahun 1301 M di Busra ,suriah dan wafat pada tahun 1372 M di Damaskus Suriah , Beliau mendapat kan gelar al- Hafizh , Muhaddits , Imadudin . kun-yah Abu al-Fida , firkah nya sunni dengan mazhab fikih syafi’i , beliau ini lebih menyukai yang membahas tentang Hadist dan tafsir ,karya yang terkenal dari beliau yaitu tafsir ibnu katsir , Al-Bidayah wa an-Nihayah
Teracatat guru pertama ibnu katsir adalah Burhanudin Al fazari ,seorang ulama penganut mazhab syafi’i .ia juga berguru kepada Ibnu Taymiyyah di damaskus , suriah, dan kepada ibnu al – Qayyim. ia mendapat arahan dari ahli Hadist terkemuka di suriah , Jamaluddin al-Mizzi , yang di kemudian hari menjadi mertuanya ia pun sempat mendengar langsung Hadist dari ulama-ulama Hejaz serta memperoleh ijazah dari al-Wani
Tahun 1366, oleh Gubernur Man kali Bugha ibnu katsir di angkat menjadi guru besar di masjid Ummayah damaskus ,Ulama ini meningal dunia tidak lama setelah ia menyusun kitab Al-Ijtihad fi Talab al –Jihad dan di kebumikan di samping makam gurunya .
Buku derajat Hadits-hadits dalam tafsir ibnu katsir ini di susun berdasar ayat AL-Qur’an, dengan kondisi kitab masih bagus di rawat dengan baik oleh petugas perpustakaan IAIN Surakarta dengan jumlah halaman yang di dalam nya yaitu 967 halaman , dengan jenis kertas halus warna putih , tahun pembuatan 2008.
Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Tatkala Abu Thalib hampir wafat, Rasullah SAW datang lalu berkata, “Wahai paman, ucapkanlah “La ilaha illallah.” Aku akan bersaksi untukmu pada hari kiamat kelak.” Abu Thalib berkata, “Kalau saja tidak karena Quraisy akan menghinaku, mereka akan berkata , ‘Kalau saja tidak karena kaum Quraisy akan mencelaku dan mengatakan “Apalah ini yang membuatnya bicara ngawur, sakitnya kematian”, pastilah aku mengucapkannya di depan matamu. Aku tidak akan mengucapkannya, melainkan aku ucapkan di hadapanmu.” Maka tutunlah ayat, Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang di kehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.(Qs. Al Qashash [28]: 56)
Saya mencari daftar isi di kitab ini sangat sulit dan saya harus meminta tolong kepada orang yang lebih mengerti, saya juga meminjam laptop kepada temen dan membuat sangat bingung sekali.
Minggu, 04 Februari 2018
METODOLOGI STUDI ISLAM
Nama : ALDI BAGUS PERNANDA
Kelas : PBS 2 D
NIM : 175231123
PERKEMBANGAN ILMU
PENGETAHUAN
DI DUNIA ISLAM
Gerakan pembukuan ilmu-ilmu keislaman [Al-Qur’an dan Hadis] diiringi dengan gerakan penerjemahan ilmu-ilmu yang dimiliki oleh umat-umat lain seperti Persia dan Yunani antara lain filsafat, kedokteran, kimia, matematika, yang kemudian gerakan ini membuahkan hasil tatkala orang-orang Islam meramu/mengolah ilmu-ilmu tersebut, dan orang-orang Islam melampaui gerakan penerjemahan itu menjadi gerakan memproduksi sendiri
Lahirnya Ilmu Pengetahuan di dalam Islam
Menurut Huda Abdurrazzaq ath-Tha’i dalam Ushul at-Ta’lim fi al-Islam pada masa Nabi, ilmu-ilmu yang wajib diajarkan meliputi menelaah Al-Qur’an, menghafal Hadis, bahasa Arab dan adab. Beliau juga menyuruh mempelajari masalah pengobatan. Dan pada masa Khalifah Rasyidun terus berlanjut. Sedang menurut Hassan Ibrahim Hassan, ilmu yang pertama-tama berkembang di dalam sejarah Islam pada masa Khilafah Umayyah adalah apa yang disebut dengan ilmu-ilmu agama (al-‘ulum an-naqliyyah atau al-ulum asy-syar‘iyyah, belakangan Al-Ghazali
menyebutnya ‘ulumuddin, seperti:
1. Al-Qur’an dan tafsirnya,
2. Ilmu Tafsir
3. Ilmu Qira’ah
4. Fiqh
5. Nahwu (Tatabahasa Arab)
6. Hadis dan ilmunya,
7. Ilmu penulisan kamus bahasa
Hassan lebih lanjut mengatakan bahwa baru pada masa. Khilafah ‘Abbasiyyah perhatian umat Islam diarahkan kepada penguasaan terhadap ilmu-ilmu intelektual dan filsafat
(al-‘ulum al-‘aqliyyah atau al-‘ulum al-ḥikmiyyah) yang disebut juga dengan ilmu pengetahuan asing (al-‘ulum al-a‘jam) atau ilmu pengetahuan kuno (al-‘ulum al-qadimah).
Perhatian umat Islam kepada ilmu-ilmu agama terlebih dahulu tentu bisa dimaklumi, dikarenakan sebagai sebuah agama baru, dengan penganut yang baru mengerti tentang Islam, maka kebutuhan untuk menjelaskan ajaran-ajaran normatif Islam itu lebih diutamakan. Umat Islam ketika itu membutuhkan penjelasan akan kebenaran Islam di mana hal tersebut hanya bisa diperoleh dari dua sumber yaitu Al-Qur’an dan Hadis Nabi. Karena bisa dipahami pula kedua teks ini dipandang mewakili Islam, sejakdahulu hingga sekarang. Apabila ditemukan masalah yang tidak disebut oleh Al-Qur’an dan Hadis, maka diperlukan ijtihad dengan tetap mengacu kepada teks, yaitu Al-Qur’an dan Hadis. Melalui ijtihad yang mengacu kepada kepada kedua teks ini pula ulumuddin atau ilmu-ilmu agama Islam itu berkembang. Maka lahirlah ilmu-ilmu keislaman seperti yang kita kenal sampai sekarang seperti: Ulum, Al-Qur’an, Ulum al-Hadis, Ilmu Tauhid,Ilmu Fiqh, dan lain-lain. Dalam sejarah Islam, terlihat bahwa perkembangan ilmu-ilmu di Islam ternyata tidak saja didominasi oleh ilmu-ilmu agama, namun juga diimbangi dengan perkembangan ilmu-ilmu yang bersifat empiris seperti fisika, kimia, astronomi, serta yang bersifat esoterik (batin) seperti ilmu tasawuf. Dalam sejarah Islam, ragam perkembangan ilmu ini kemudian dibagi ke dalam klasifikasi ilmu
pengetahuan (taṣnif al-‘ulum atau taqasim al-‘ulum).
2.2 Klasifikasi Ilmu Pengetahuan dalam Islam
Klasifikasi ilmu pengetahuan dimaksudkan sebagai perkembangan atau progres ilmu pengetahuan dari disiplin yang general kepada disiplin yang lebih spesifik, menghasilkan disiplin ilmu yang terletak di bawah disiplin yang lebih umum. Dalam konteks Indonesia, klasifikasi ilmu ini dikenal dengan rumpun ilmu,lihat Undang-undang nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang membagi ilmu ke dalam enam rumpun ilmu: Agama, Humaniora, Sosial, Alam, Formal, dan Terapan. Di Barat modern rumpun ilmu hanya terdiri atas ilmu alam, humanitis/humaniora, dan ilmu sosial, tidak temasuk ilmu agama. Dalam tradisi keilmuan Islam, gerakan ilmiah telah melahirkan ilmu-ilmu keislaman untuk menggali Al-Qur’an yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu mandiri seperti: qiraat, tafsir, Hadis dan
musththalahnya, ushuluddin atau Kalam, fiqh dan ushul fiqh, sejarah atau tarikh, biografi, bahasa Arab, adab atau sastra meliputi puisi dan prosa. Gerakan ilmiah melahirkan ilmu-ilmu keislaman ini kemudian diiringi dengan gerakan penerjemahan ilmu pengetahuan dari peradaban bangsa-bangsa lain seperti Persia dan Yunani seperti:
filsafat, kedokteran, kimia, dan matematika. Gerakan penerjemahan ini terus berkembang dan membuahkan hasil sampai kemudian orang-orang Islam mengolah dan meramunya dan melampaui periode penerjemahan kepada periode memproduksi sendiri (Arab:at-ta’ṣil) ilmu pengetahuan, maka lahirlah filosof-filosof, dokter-dokter, ahli kimia, dan ahli-ahli bidang lainnya yang orisinal. Para ilmuwan Islam awal telah membuat klasifikasi ilmu
menurut kriteria mereka masing-masing:
1. Abu Yusuf Ya’qub Ishaq al-Kindi yang memiliki dua karya dalam bidang ini: Mahiyah al-‘Ilm wa
Aṣnafih dan Kitab fi Aqsam al-Ilm al-Insi. Sayang keduanya tidak sampai kepada kita.
2. Abu Zaid al-Balkhi memiliki karya: Aqsam al-Ulum juga tidak sampai kepada kita.
3. Abu Nasr al-Farabi karyanya: At-Tanbih ala Sabil as-Sa‘adah dan Iḥṣa’ al-‘Ulum. Dalam
buku yang pertama, Al-Farabi membagi ilmu ke dalamdua bagian: teoritis dan praktis. Adapun termasuk teoritis
3 Yusuf ibn ‘Abdurrahman al-Mur’asyili, Maṣadir ad-Dirasat al-Islamiyyah
4 Pembahasan tentang klasifikasi ilmu ini diringkas dari Yusuf ibn Abdurrahman al-Mur’asyili, Maṣadir ad-Dirasat al-Islamiyyah, yaitu: matematika, ilmu alam, dan ilmu ketuhanan(agama). Sedangkan ilmu praktis seperti ilmu akhlaq dan ilmu politik. Sementara dalam bukunya yang kedua, Al-Farabi berbicara tentang 8 ilmu yang dibaginya ke dalam
5 pasal: (1) ilmu bahasa (lisan) dan pembagiannya, (2)ilmu logika, (3) ilmu pengajaran: bilangan (matematika),geometri, observatori, perbintangan, musik, berat benda,ilmu makanika-dinamika, (4) ilmu alam dan ketuhanan,(5) ilmu pemerintahan, ilmu fiqh dan ilmu kalam. Al-Farabi dianggap yang pertama kali memasukkan ilmu-ilmu keislaman ke dalam klasifikasi pengetahuan manusia.
4. Ibu Kufi al-Asadi yang karyanya tidak sampaikepada kita.
5. Ibnu an-Nadhim karyanya Fihrist al-Ulum yang menyusun klasifikasi ilmu secara bibliografis. Ibnu an-Nadhim menyusun klasifikasi ilmu ke dalam 10 pembagian utama: (1) ilmu agama termasuk UlumulQur’an, (2) ilmu Nahwu dan Nahwiyun, (3) Sejarah dan sejarahwan, para ahli nasab serta penulis biografi, (4) sastra(syair dan penyair), (5) ilmu Kalam dan Mutakallimun, termasuk aliran-aliran dalam Islam dan Tasawwuf, (6)ilmu fiqh dan fuqaha, (7) filsafat dan filosof temasuk ilmui-lmu alam dalam pengertian luas, (8) gelar dan magic, (9)ilmu mazhab-mazhab dan aliran-aliran, di luar yang nomor(1), dan (10) kimia dan filsafat. 6. Al-Khawarizmi al-Katib dalam karyanya Mafatiḥ al-Ulum. Dijelaskan di dalamnya 2 artikel tentang: (1) ilmu-ilmu Syariah meliputi ilmu-ilmu yang lahir dari
bangsa Arab seperti: fiqh, Kalam, Nahwu, Al-Qur’an, syair, arudh (pola syair), akhbar, dan (2) ilmu-ilmu ‘ajam (yang berasal dari luar Arab yaitu Yunani, dll) seperti: Dr. Ismail Yahya, MA filsafat, logika, kedokteran, matematika, geometri, ilmu perbintangan, musik, ilmu mekanika-dinamika, dan kimia.
7. Ibnu Farighun (hidup paruh kedua abad ke-4 H) menyusun Jawāmi’ al-Ulum membuat klasifikasi ilmu dengan metode pohon keilmuan yang mengandung: ilmu bahasa, seni menulis, politik, perang, akhlak, aqidah, ibadah, astrologi, ilmu firasat, sihir India, dan kimia.
8. Ibnu Sina menulis: Asy-Syifa
dan Risalah fī Aqsam al-‘Ulum al-Aqliyyah. Ibnu Sina terpengaruh Al-Farabi dalam penyusunan klasifikasi ilmu.
9. Ibnu Hazm penyusun Maratib al-Ulum waKayfiyah Ṭalabiha.
10. Al-Abiyawardi penyusun Ṭabaqat al-Ulum.
11. Az-Zamakhsyari penyusun Al-Amali min KulliFann.
12. Al-Fakhrurrazi penyusun Ḥada’iq al-Anwar fi Ḥaqa’iq al-Asrar.
13. Ibnu Khaldun, filosof sosial, penyusun Al-Muqaddimah khususnya pada bab ke-6.
Dia membagi ilmu kepada 2 bagian besar: (1) bagianyang menjadi tabiat manusia yang diperoleh dengan pemikirannya, (2) bagian yang dinukil dari yang menetapkannya. Bagian pertama merupakan ilmu-ilmu aqliyyah atau hikmah-falsafah, dan yang kedua ilmu-ilmu
naqliyyah yang ditetapkan yang disandarkan kepada berita atau khabar dari penetap syariat yang tidak ada tempat bagi akal kecuali untuk mengeluarkan furu’ dari asalnya. Menurut Ibnu Khaldun, ilmu-ilmu Syariat meliputi: Ulumul Qur’an, Ulumul Hadis, fiqh, faraidh (waris), ushul fiqh, ilmu debat, Kalam, tasawuf, tafsir mimpi, bahasa Arab, nahwu, ilmu bahasa, balaghah, dan sastra. Sedang ilmu-ilmu aqliyyah meliputi: ilmu logika, ilmu alam, ilmu ketuhanan, dan ilmu pengajaran. Lebih detil lagi, Ibnu Khaldun menyebut: matematika, geometri, logika, fisika, kedokteran, pertanian, ketuhanan, ilmu sihir, dan kimia.
14. Thasy Kubra Zada pengarang Miftaḥ as-Sa‘adah wa Miṣbaḥ as-Siyadah fi Mawḍu‘at al-Ulum. Dia menyusun klasifikasi ilmu ke dalam 7 dasar utama (pohon besar) dan masing-masing pohon ada cabangnya, dan masing-masingcabang ada rantingnya. Pohon 1: ilmu-ilmu penulisan seperti ilmu alat-alat tulis metode penulisan; pohon 2: ilmu-ilmu terkait lafaz seperti ilmu, makhraj huruf; ilmu nahwu; pohon 3: ilmu-ilmu pemikiran seperti ilmu mantiq; ilmu adab belajar; pohon 4: ilmu-ilmu dasariah/esential (‘ulūm al-a‘yān) seperti ilmu ketuhanan (metafisika); ilmu-ilmu alam; ilmu-ilmu teknik; pohon 5: ilmu hikmah praktis seperti: ilmu akhlak; manajemen keluarga; ilmu politik; pohon 6: ilmu-ilmu syari’ah seperti ilmu qiraat; ilmu riwayat Hadis; ilmu tafsir; ilmu dirayah Hadis; ilmu ushuluddin/Kalam; ilmu ushul fiqh; ilmu fiqh; pohon 7: ilmuilmu batin. Dengan penjelasan tentang klasifikasi ilmu dalam Islam terlihat bahwa apabila menggunakan klasifikasi rumpun ilmu di Barat dan di Indonesia, maka semua rumpun ilmu tersebut pernah ada dan berkembang dalam sejarah keilmuan Islam. Tentu yang paling mula berkembang adalah rumpun ilmu agama (keislaman), diiringi dengan rumpun ilmu budaya (humanitis/humaniora)seperti bahasa, sastra, sejarah, kemudian diikuti dengan rumpun ilmu alam, dan terakhir rumpun ilmu sosial seperti: politik, dan ekonomi. Sinyalemen-sinyalemen Al-Qur’an tentang alam semesta
yang tertuang dalam 750 ayat cukup membuktikan bahwa ilmuilmu alam tidak termarjinalkan di dalam Islam dibanding ilmuilmukeislaman (ulum al-din). Lewat penerjemahan karya-karya 30 Dr. Ismail Yahya, MA peradaban bangsa lain seperti Yunani terutama pada masa khalifah Abbasiyah: Al-Manshur, Harun al-Rasyid, dan Al-Ma’mun (198-218), maka dimulailah perkembangan ilmuilmu alam dalam khazanah Islam.Bahkan lewat ilmu-ilmu alam ini sederet nama-nama saintis Muslim selama 350 tahun atau rentang waktu dari tahun 750-1100 M secara terus menerus tercatat menghiasi literatur-literatur bidang kedokteran, kimia, fisika, astronomi, matematika, dan lainlain. Baru sesudah tahun 1100 Barat memunculkan saintis mereka seperti Gerardo di Cremona dan Roger Bacon. Namun kehormatan ini masih harus mereka bagi selama 250 tahun berikutnya dengan saintis Muslim seperti Ibnu Rusyd, Thusi, Ibnu Nafis, dan lain-lain. Sesudah tahun 1350, gerakan sains di dunia Islam secara umum bisa dikatakan memudar.
Kelas : PBS 2 D
NIM : 175231123
PENGETAHUAN
DI DUNIA ISLAM
Gerakan pembukuan ilmu-ilmu keislaman [Al-Qur’an dan Hadis] diiringi dengan gerakan penerjemahan ilmu-ilmu yang dimiliki oleh umat-umat lain seperti Persia dan Yunani antara lain filsafat, kedokteran, kimia, matematika, yang kemudian gerakan ini membuahkan hasil tatkala orang-orang Islam meramu/mengolah ilmu-ilmu tersebut, dan orang-orang Islam melampaui gerakan penerjemahan itu menjadi gerakan memproduksi sendiri
Lahirnya Ilmu Pengetahuan di dalam Islam
Menurut Huda Abdurrazzaq ath-Tha’i dalam Ushul at-Ta’lim fi al-Islam pada masa Nabi, ilmu-ilmu yang wajib diajarkan meliputi menelaah Al-Qur’an, menghafal Hadis, bahasa Arab dan adab. Beliau juga menyuruh mempelajari masalah pengobatan. Dan pada masa Khalifah Rasyidun terus berlanjut. Sedang menurut Hassan Ibrahim Hassan, ilmu yang pertama-tama berkembang di dalam sejarah Islam pada masa Khilafah Umayyah adalah apa yang disebut dengan ilmu-ilmu agama (al-‘ulum an-naqliyyah atau al-ulum asy-syar‘iyyah, belakangan Al-Ghazali
menyebutnya ‘ulumuddin, seperti:
1. Al-Qur’an dan tafsirnya,
2. Ilmu Tafsir
3. Ilmu Qira’ah
4. Fiqh
5. Nahwu (Tatabahasa Arab)
6. Hadis dan ilmunya,
7. Ilmu penulisan kamus bahasa
Hassan lebih lanjut mengatakan bahwa baru pada masa. Khilafah ‘Abbasiyyah perhatian umat Islam diarahkan kepada penguasaan terhadap ilmu-ilmu intelektual dan filsafat
(al-‘ulum al-‘aqliyyah atau al-‘ulum al-ḥikmiyyah) yang disebut juga dengan ilmu pengetahuan asing (al-‘ulum al-a‘jam) atau ilmu pengetahuan kuno (al-‘ulum al-qadimah).
Perhatian umat Islam kepada ilmu-ilmu agama terlebih dahulu tentu bisa dimaklumi, dikarenakan sebagai sebuah agama baru, dengan penganut yang baru mengerti tentang Islam, maka kebutuhan untuk menjelaskan ajaran-ajaran normatif Islam itu lebih diutamakan. Umat Islam ketika itu membutuhkan penjelasan akan kebenaran Islam di mana hal tersebut hanya bisa diperoleh dari dua sumber yaitu Al-Qur’an dan Hadis Nabi. Karena bisa dipahami pula kedua teks ini dipandang mewakili Islam, sejakdahulu hingga sekarang. Apabila ditemukan masalah yang tidak disebut oleh Al-Qur’an dan Hadis, maka diperlukan ijtihad dengan tetap mengacu kepada teks, yaitu Al-Qur’an dan Hadis. Melalui ijtihad yang mengacu kepada kepada kedua teks ini pula ulumuddin atau ilmu-ilmu agama Islam itu berkembang. Maka lahirlah ilmu-ilmu keislaman seperti yang kita kenal sampai sekarang seperti: Ulum, Al-Qur’an, Ulum al-Hadis, Ilmu Tauhid,Ilmu Fiqh, dan lain-lain. Dalam sejarah Islam, terlihat bahwa perkembangan ilmu-ilmu di Islam ternyata tidak saja didominasi oleh ilmu-ilmu agama, namun juga diimbangi dengan perkembangan ilmu-ilmu yang bersifat empiris seperti fisika, kimia, astronomi, serta yang bersifat esoterik (batin) seperti ilmu tasawuf. Dalam sejarah Islam, ragam perkembangan ilmu ini kemudian dibagi ke dalam klasifikasi ilmu
pengetahuan (taṣnif al-‘ulum atau taqasim al-‘ulum).
2.2 Klasifikasi Ilmu Pengetahuan dalam Islam
Klasifikasi ilmu pengetahuan dimaksudkan sebagai perkembangan atau progres ilmu pengetahuan dari disiplin yang general kepada disiplin yang lebih spesifik, menghasilkan disiplin ilmu yang terletak di bawah disiplin yang lebih umum. Dalam konteks Indonesia, klasifikasi ilmu ini dikenal dengan rumpun ilmu,lihat Undang-undang nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang membagi ilmu ke dalam enam rumpun ilmu: Agama, Humaniora, Sosial, Alam, Formal, dan Terapan. Di Barat modern rumpun ilmu hanya terdiri atas ilmu alam, humanitis/humaniora, dan ilmu sosial, tidak temasuk ilmu agama. Dalam tradisi keilmuan Islam, gerakan ilmiah telah melahirkan ilmu-ilmu keislaman untuk menggali Al-Qur’an yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu mandiri seperti: qiraat, tafsir, Hadis dan
musththalahnya, ushuluddin atau Kalam, fiqh dan ushul fiqh, sejarah atau tarikh, biografi, bahasa Arab, adab atau sastra meliputi puisi dan prosa. Gerakan ilmiah melahirkan ilmu-ilmu keislaman ini kemudian diiringi dengan gerakan penerjemahan ilmu pengetahuan dari peradaban bangsa-bangsa lain seperti Persia dan Yunani seperti:
filsafat, kedokteran, kimia, dan matematika. Gerakan penerjemahan ini terus berkembang dan membuahkan hasil sampai kemudian orang-orang Islam mengolah dan meramunya dan melampaui periode penerjemahan kepada periode memproduksi sendiri (Arab:at-ta’ṣil) ilmu pengetahuan, maka lahirlah filosof-filosof, dokter-dokter, ahli kimia, dan ahli-ahli bidang lainnya yang orisinal. Para ilmuwan Islam awal telah membuat klasifikasi ilmu
menurut kriteria mereka masing-masing:
1. Abu Yusuf Ya’qub Ishaq al-Kindi yang memiliki dua karya dalam bidang ini: Mahiyah al-‘Ilm wa
Aṣnafih dan Kitab fi Aqsam al-Ilm al-Insi. Sayang keduanya tidak sampai kepada kita.
2. Abu Zaid al-Balkhi memiliki karya: Aqsam al-Ulum juga tidak sampai kepada kita.
3. Abu Nasr al-Farabi karyanya: At-Tanbih ala Sabil as-Sa‘adah dan Iḥṣa’ al-‘Ulum. Dalam
buku yang pertama, Al-Farabi membagi ilmu ke dalamdua bagian: teoritis dan praktis. Adapun termasuk teoritis
3 Yusuf ibn ‘Abdurrahman al-Mur’asyili, Maṣadir ad-Dirasat al-Islamiyyah
4 Pembahasan tentang klasifikasi ilmu ini diringkas dari Yusuf ibn Abdurrahman al-Mur’asyili, Maṣadir ad-Dirasat al-Islamiyyah, yaitu: matematika, ilmu alam, dan ilmu ketuhanan(agama). Sedangkan ilmu praktis seperti ilmu akhlaq dan ilmu politik. Sementara dalam bukunya yang kedua, Al-Farabi berbicara tentang 8 ilmu yang dibaginya ke dalam
5 pasal: (1) ilmu bahasa (lisan) dan pembagiannya, (2)ilmu logika, (3) ilmu pengajaran: bilangan (matematika),geometri, observatori, perbintangan, musik, berat benda,ilmu makanika-dinamika, (4) ilmu alam dan ketuhanan,(5) ilmu pemerintahan, ilmu fiqh dan ilmu kalam. Al-Farabi dianggap yang pertama kali memasukkan ilmu-ilmu keislaman ke dalam klasifikasi pengetahuan manusia.
4. Ibu Kufi al-Asadi yang karyanya tidak sampaikepada kita.
5. Ibnu an-Nadhim karyanya Fihrist al-Ulum yang menyusun klasifikasi ilmu secara bibliografis. Ibnu an-Nadhim menyusun klasifikasi ilmu ke dalam 10 pembagian utama: (1) ilmu agama termasuk UlumulQur’an, (2) ilmu Nahwu dan Nahwiyun, (3) Sejarah dan sejarahwan, para ahli nasab serta penulis biografi, (4) sastra(syair dan penyair), (5) ilmu Kalam dan Mutakallimun, termasuk aliran-aliran dalam Islam dan Tasawwuf, (6)ilmu fiqh dan fuqaha, (7) filsafat dan filosof temasuk ilmui-lmu alam dalam pengertian luas, (8) gelar dan magic, (9)ilmu mazhab-mazhab dan aliran-aliran, di luar yang nomor(1), dan (10) kimia dan filsafat. 6. Al-Khawarizmi al-Katib dalam karyanya Mafatiḥ al-Ulum. Dijelaskan di dalamnya 2 artikel tentang: (1) ilmu-ilmu Syariah meliputi ilmu-ilmu yang lahir dari
bangsa Arab seperti: fiqh, Kalam, Nahwu, Al-Qur’an, syair, arudh (pola syair), akhbar, dan (2) ilmu-ilmu ‘ajam (yang berasal dari luar Arab yaitu Yunani, dll) seperti: Dr. Ismail Yahya, MA filsafat, logika, kedokteran, matematika, geometri, ilmu perbintangan, musik, ilmu mekanika-dinamika, dan kimia.
7. Ibnu Farighun (hidup paruh kedua abad ke-4 H) menyusun Jawāmi’ al-Ulum membuat klasifikasi ilmu dengan metode pohon keilmuan yang mengandung: ilmu bahasa, seni menulis, politik, perang, akhlak, aqidah, ibadah, astrologi, ilmu firasat, sihir India, dan kimia.
8. Ibnu Sina menulis: Asy-Syifa
dan Risalah fī Aqsam al-‘Ulum al-Aqliyyah. Ibnu Sina terpengaruh Al-Farabi dalam penyusunan klasifikasi ilmu.
9. Ibnu Hazm penyusun Maratib al-Ulum waKayfiyah Ṭalabiha.
10. Al-Abiyawardi penyusun Ṭabaqat al-Ulum.
11. Az-Zamakhsyari penyusun Al-Amali min KulliFann.
12. Al-Fakhrurrazi penyusun Ḥada’iq al-Anwar fi Ḥaqa’iq al-Asrar.
13. Ibnu Khaldun, filosof sosial, penyusun Al-Muqaddimah khususnya pada bab ke-6.
Dia membagi ilmu kepada 2 bagian besar: (1) bagianyang menjadi tabiat manusia yang diperoleh dengan pemikirannya, (2) bagian yang dinukil dari yang menetapkannya. Bagian pertama merupakan ilmu-ilmu aqliyyah atau hikmah-falsafah, dan yang kedua ilmu-ilmu
naqliyyah yang ditetapkan yang disandarkan kepada berita atau khabar dari penetap syariat yang tidak ada tempat bagi akal kecuali untuk mengeluarkan furu’ dari asalnya. Menurut Ibnu Khaldun, ilmu-ilmu Syariat meliputi: Ulumul Qur’an, Ulumul Hadis, fiqh, faraidh (waris), ushul fiqh, ilmu debat, Kalam, tasawuf, tafsir mimpi, bahasa Arab, nahwu, ilmu bahasa, balaghah, dan sastra. Sedang ilmu-ilmu aqliyyah meliputi: ilmu logika, ilmu alam, ilmu ketuhanan, dan ilmu pengajaran. Lebih detil lagi, Ibnu Khaldun menyebut: matematika, geometri, logika, fisika, kedokteran, pertanian, ketuhanan, ilmu sihir, dan kimia.
14. Thasy Kubra Zada pengarang Miftaḥ as-Sa‘adah wa Miṣbaḥ as-Siyadah fi Mawḍu‘at al-Ulum. Dia menyusun klasifikasi ilmu ke dalam 7 dasar utama (pohon besar) dan masing-masing pohon ada cabangnya, dan masing-masingcabang ada rantingnya. Pohon 1: ilmu-ilmu penulisan seperti ilmu alat-alat tulis metode penulisan; pohon 2: ilmu-ilmu terkait lafaz seperti ilmu, makhraj huruf; ilmu nahwu; pohon 3: ilmu-ilmu pemikiran seperti ilmu mantiq; ilmu adab belajar; pohon 4: ilmu-ilmu dasariah/esential (‘ulūm al-a‘yān) seperti ilmu ketuhanan (metafisika); ilmu-ilmu alam; ilmu-ilmu teknik; pohon 5: ilmu hikmah praktis seperti: ilmu akhlak; manajemen keluarga; ilmu politik; pohon 6: ilmu-ilmu syari’ah seperti ilmu qiraat; ilmu riwayat Hadis; ilmu tafsir; ilmu dirayah Hadis; ilmu ushuluddin/Kalam; ilmu ushul fiqh; ilmu fiqh; pohon 7: ilmuilmu batin. Dengan penjelasan tentang klasifikasi ilmu dalam Islam terlihat bahwa apabila menggunakan klasifikasi rumpun ilmu di Barat dan di Indonesia, maka semua rumpun ilmu tersebut pernah ada dan berkembang dalam sejarah keilmuan Islam. Tentu yang paling mula berkembang adalah rumpun ilmu agama (keislaman), diiringi dengan rumpun ilmu budaya (humanitis/humaniora)seperti bahasa, sastra, sejarah, kemudian diikuti dengan rumpun ilmu alam, dan terakhir rumpun ilmu sosial seperti: politik, dan ekonomi. Sinyalemen-sinyalemen Al-Qur’an tentang alam semesta
yang tertuang dalam 750 ayat cukup membuktikan bahwa ilmuilmu alam tidak termarjinalkan di dalam Islam dibanding ilmuilmukeislaman (ulum al-din). Lewat penerjemahan karya-karya 30 Dr. Ismail Yahya, MA peradaban bangsa lain seperti Yunani terutama pada masa khalifah Abbasiyah: Al-Manshur, Harun al-Rasyid, dan Al-Ma’mun (198-218), maka dimulailah perkembangan ilmuilmu alam dalam khazanah Islam.Bahkan lewat ilmu-ilmu alam ini sederet nama-nama saintis Muslim selama 350 tahun atau rentang waktu dari tahun 750-1100 M secara terus menerus tercatat menghiasi literatur-literatur bidang kedokteran, kimia, fisika, astronomi, matematika, dan lainlain. Baru sesudah tahun 1100 Barat memunculkan saintis mereka seperti Gerardo di Cremona dan Roger Bacon. Namun kehormatan ini masih harus mereka bagi selama 250 tahun berikutnya dengan saintis Muslim seperti Ibnu Rusyd, Thusi, Ibnu Nafis, dan lain-lain. Sesudah tahun 1350, gerakan sains di dunia Islam secara umum bisa dikatakan memudar.
Langganan:
Postingan (Atom)







