Rabu, 22 November 2017

NURUL IMAN PENCIPTA ULAMA

NAMA :Aldi Bagus Pernanda
NIM :175231123
KELAS :PBS 1D



NURUL IMAN PENCIPTA ULAMA



Masyarakat jawa tengah terdapat suatu adat kebiasaan dengan hasil yang saya observasi saya menemukan hasil mengenai tentang berdirinya masjid dengan adanya suatu kegiatan kegiatan yang di dalamnya seperti kegiatan tahlilan dan kegiatan pengajian di masjid sana pada bulan Ramadan juga di gunakan untuk salat terawih di sertai dengan pembagian takjil. Masjid di sana salat idul adha juga di gunakan untuk penyembelihan hewan kurban di lakukan bersama masyarakat setempat. Dari tradisi ataupun kegiatan yang ada di jawa tengah seharusnya kita sebagai mahasiswa atau generasi muda untuk melestarikan dan menjaga akan kekayaan yang ada di Negara Indonesia tepatnya di masyarakat jawa tengah.
Saya melakukan observasi Rabu 25 Oktober 2017 di masjid Nurul Iman yang beralamat Krapyak RT01/X Kartasura Kartasura Sukoharjo. Saya menemui takmir masjid yang rumahnya di sebelah utara masjid, beliau bernama bapak Guguk Purwanto, setelah saya bertemu bapak Guguk saya bertanya-tanya tentang sejarah masjid. Masjid nurul iman berbentuk tidak berbeda dari masjid-masjid yang tetapi memiliki keunikan berbeda, terdapat 3 pintu yaitu pintu depan, dan 2 pintu samping , terdapat 18 jendela untuk fentilasi agar masjid itu sejuk, terdapat 13 tiang penyangga masjid yang berwarna hijau sebagai pengokoh berdirinya masjid, masjid ini berubin keramik dan beralaskan karpet warna hijau sebagai landasan, tembok masjid ini berwarna putih kebiruan menandakan langit yang indah, di dalam masjid terdapat 3 kipas kecil dan 1 kipas besar dimana berfungsi untuk menyejukkan ruangan.
Masjid ini juga dihiasi tulisan kaligrafi dan didalam masjid terdapat juga Al-Quran serta alat sholat untuk persediaan umum, di dalam masjid juga terdapat kotak infaq, walaupun tidak ber AC masjid ini terasa sejuk, masjid ini juga terdapat 4 speaker di sudut pojok masjid, masjid ini juga ada pembatas buat sholat perempuan. Di depan mesjid juga ada halaman yang di gunakan sebagai tempat parkir dan juga tempat berwudlu, terdapat 2 bagian tempat wudlu juga pula terdapat 2 kamar mandi, disebelah seletan masjid terdapat pondok yaitu pondok Al Fattah. Di sisi lain masjid tersebut juga mempunyai keuinikan tersendiri  dan berbeda dari yang lain masjid tersebut di gunakan untuk ijab yaitu apabila ada orang nikah selalu di masjid tersebut, setiap sore di gunakan untuk mengaji anak pondok dan setiap habis magrib membaca wiridan.

Masjid ini di bangun untuk umum dan siapapun boleh menggunakan masjid tersebut, masjid ini di bangun di tanah waqaf  yaitu tanah milik kakeknya bapak Guguk dan di buatnya masjid ini untuk perkembangan Islam di kampung tersebut, agar agama islam di kampung tersebut tidak hilang dan selalu berkembang. Di masjid ini terdapat 2 orang yng tinggal di masjid, yang berjaga di masjid ini di beri tugas untuk membersihkan lingkungan masjid agar masjid selalu bersih. Dimasjid ini tidak ada sistem struktur organisasi karena majid ini masih di kelola secara bersama-sama dan masjid ini masih perlu banyak renovasi untuk perbaikan masjid agar masjid ini tambah akan kuota untuk melakukan sholat jumat karena di sini masih kurang tempat untuk beribadah. Dulu masjid ini di bangun oleh bantuan dari bintang sabit dan dana dari masyarakat yang di kumpulkan untuk pembangunan masjid tersebut.

        Masjid ini di bangun 6 tahun yang lalu mas, masjid ini sendiri dibangun karena masyarakat disini menggunakan sebagai tempat ibadah mas, masjid ini di bangun di lahan kakek saya mas kemudian di wakafkan untuk di bangun masjid, terus di kelola masyarakat sini mas, sementara pembangunan masjid merupakan bantuan dari bintang sabit dan tujuane di bangun masjid untuk perkembangan Islam mas, selain bantuan dari bintang sabit masyarakat juga membantu mengumpulkan dana mas.
Berapa lama pembangunan masjidnya pak? dan apakah masyarakat ikut membangunya pak?
Masjid itu di bangun selama kurang lebih 3 bulan mas, oh masyarakat tidak ikut membangun mas, karena semua di kerjakan dari bintang sabit semua mas
Oh ya ada mas setiap hari masjid ini di pake orang-orang pondok untuk ngaji mas setiap hari gak pagi, gak sore, gak malam selalu ada mas Ya ada mas, seperti orang punya hajat yang menikah banyak yang ijab disini mas. apakah masih ada kegiatan seperti tahlillan atau yasinan gitu pak?
Ya semuanya di sini islam semua mas, masih ada mas di sini masih ada yasinan dan tahlillan mas kalau tidak salah setiap hari kemis mas
Ya lumayan mas jamaahnya penuh mas kira-kira 3 sampai 4 shof magrib, isya, shubuh selalu penuh mas cuma dzuhur sama ashar jamaahnya rodhok berkurang mas ya marai kalau siang banyak yang kerja mas.
Bapak merawatnya masjid di sini dengan sendiri.Bukankah disitu ada yang tinggal 2 orang di masjid pak?
Oh iya itu takmir mas itu juga anak IAIN juga mas. Mereka saya suruh untuk membantu membersihkan dan merawat masjid mas. Seng penting bersih dan di jaga setiap pagi sore mas dan saya suruh tingggal disitu mas.
Lalu tokoh-tokoh di masjid ini siapa saja pak?
Sekarang tokohnya sudah pada ambyarrr mas, sekarang tokohnya tinggal pak kyai Makbub pengasuh pondok Al Fattah mas.Apakah masjid ini juga di gunakan untuk sholat jum’at pak Tidak mas tempate tidak cukup mas karena gak muat dan juga belum ada tambahan kedepan mas kudu di tambah kajang mas, niat saya juga mau cari dana untuk bangunan tambahan mas, soale kasihan kalau misale udan jamaahe kudanan mas apa neh nek panas mas. lalu dimana pak masyarakat sini kalau sholat jum’atan pak? Di masjid situ mas deket kraton masOh iya pak, apakah disini juga ada Qurban pak?Setiap tahun ada mas, kemarin saja disini sapine 2 kambing e 6 mas hampir tiap tahun ada mas Alhamdulillah mas hehe
apa disini juga ada struktur organisasi pak?Belum ada mas, disini semua yang ngelola saya, hasil infaq saja di sini sebulan saja cuma 20-30 ribu saja itu juga hanya buat bayar listrik mas, itu bias ada kas kalau sudah di pake jumatan pasti lebih banyak mas, masjid itu di bangun buat umum mas bukan milik pondok
disini apa juga ada yasinan ibu-ibu pak? Ya ada mas seminggu sekali giliran kerumah-rumah mas kalau 40 hari sekali di masjid mas
Ow gitu ya pak, disini apa juga masih ada sistem 7 harian 40 harian sampai 1000 harian gitu pak?
Oh ada mas tapi sebagian juga ada sebagian tidak mas karena sebagian beda pendapat sendiri. Tiga harian itu dilakukan untuk mendoakan keluarganya yang telah meninggal tiga hari yang lalu. Sedangkan tujuh harian dan seratus harian pun sama. Mendoakan keluarga yang sudah meninggal itu biasanya dilakukan dengan membaca surat Yasin dan tahlil. Tujuan dari mendoakan tersebut yaitu agar orang yang didoakan tersebut diampuni dosanya, dihindarkan dari siksa neraka dan diberikan ketenangan. Dalam acara ini yang punya rumah biasanya mengundang para tetangga agar datang kerumahnya untuk bersama-sama membantu mendoakan. Setelah doa selesai semua yang hadir dijamu oleh pemilik rumah. Selain minuman juga ada makan ringan dan makanan berat juga.
Sedangkan mithoni merupakan tradisi atau budaya jawa yang masih sangat kental di daerah sini. Mithoni biasanya dilakukan apabila salah satu keluarga ada yang hamil selama tujuh bulan. Menurut kepercayaan saat hamil tujuh bulan itu sangat rawan jadi harus berhati hati.
      Setelah saya melakukan observasi saya dapat menyimpulkan bahwa masjid sangatlah berguna bagi kehidupan masyarakat di kampung itu, dengan di bangunnya masjid dapat berkembangnya islam dan tradisi-tradisi islam tidak akan hilang dan akan selalu berkembang. Di sisi lain masjid juga mempunyai kegunaan untuk acara pernikahan yang di gunakan untuk ijab qabul dan di sisi lain masjid di gunakan untuk mengaji anak-anak untuk belajar Al-Quran dan sholawatan karena di samping masjid terdapat pondok setiap hari pagi siang malam masjid tersebut selalu ramai dan selalu di gunakan anak pondok untuk mengaji dan sholawatan.
Di masjid tersebut juga ada acara yasinan ibu-ibu setiap hari kamis juga pula ada yasinan bapak-bapak yang setiap malam jumat yang di lakukan secara bergilr ke rumah-rumah, masyarakat sekitar juga masih ada tradisi-tradisi tahlilan yaitu seperti adanya orang habis kematian, dan juga pula ada sistem 7 bulanan masyarakat juga ada sistem kenduren di di kampung tersebut, di situ juga terdapat semacam kenduren dan masyarakat sekitar juga ada pula yang memiliki pendapat berbeda di mana ada yang masih menggunakan tradisi-tradisi islam juga pula ada yang memiliki kepercayaan yang berbeda pula. Dengan begitu masyarakat di bangunkan masjid agar tidak lupa akan Tuhan Yang Maha Esa. Masyarakat hidup secara damai dan sejahtera dengan kehidupan masyarakat selalu ingat akan kuasa Allah masyarakat sekitar selalu ingat akan agama.